Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

REVIEW LAPTOP "ASUS ROG GL503VD"LEBIH SEMPURNA DARI VERSI TERDAHULU???

Banyak sekali keluhan yang di lontarkan oleh user ASUS ROG Strix versi sebelumnya,nah pada akhir tahun 2017 lalu,ASUS merilis kembali seri entry level ROG yang lebih di sempurnakan dari versi terdahulu,seperti apa....??inilah ASUS ROG GL503VD.

Kita lihat dari segi desain,untuk desain,totaly berubah,tidak ada corak khas Strix versi terdahulu. LCD cover pun berubah,sekarang modelnya lebih mirip ke ROG Zephyrus,kayaknya model LCD cover seperti ini bakalan jadi ciri khas ROG tahun 2018. Masih seperti seri sebelumnya,material dari LCD cover terbuat dari almunium yang di finishing brush,memang sih bahan seperti ini dapat meninggalkan sidik jari,tapi untuk membersihkannya,tidak sesulit bahan plastik dof. Untuk logo ROG di LCD cover,sekarang nyalanya tidak seterang di versi terdahulu,nyalanya bisa di bilang samar - samar,tapi saat dalam kondisi off,logo ROG ini nampak terbuat dari chrome,tapi saat dinyalakan,langsung seketika berubah menjadi orange. Untuk dimensi,seperti laptop - laptop gaming yang sudah beredar,laptop ini berukuran sekitar 15,6 inch, Untuk bobot pun juga lebih ringan di bandingkan dengan ROG GL553V seri terdahulu,berkat eliminasi optical drive,bobotnya lebih ringan,hanya berkisar 2.2 kg saja,dan juga ukurannya ikut tipis dan jadi terasa padat.

Untuk port konektivitas di sebelah kanan ada Kasington lock,2 USB 3.0,1 USB 3.1 Type C,dan SD card reader. Sedangkan di sebelah kiri terdapat Charger port,LAN port,Mini Display port,HDMI port,2 USB 3.0 dan Audio combo jack 3.5mm. Kalo dilihat port yang di tawarkan di laptop ini jauh lebih lengkap dibandingkan seri terdahulu.

Sekarang kita bahas displaynya,layar yang di tawarkan di laptop ini pun bisa di bilang sempurna,layar berjenis IPS ini punya 100% sRGB,enak buat main game,buat nonton film,editing,dan segudang multimedia lainnya. Buat kalian yang lebih seneng ke game kompetitif,ASUS menyediakan versi SCAR dan HERO yang menawarkan layar refresh rate di atas 60Hz. Untuk masalah viewing angle,layar jenis IPS nggak usah di tanyakan lagi lah yah.

Setelah bahas display kita sekarang bahas bagian workstation,untuk bahan yang digunakan masih sama seperti versi terdahulu yaitu plastik yang di finishing brush,jadi tetap terkesan premium. Buat yang dulu komplain masalah tombol power yang nyatu sama keyboard,sekarang tombol udah misah dari keyboard + juga tombol ROG dan juga tombol volume dan mic. Di bagian atas tengah keyboard terdapat sebuah pentilasi udara,yahh pastinya fungsinya untuk membuat sistem cooling laptop ini jadi lebih baik. Untuk keyboardnya sih empuk,tapi key travelnya pendek,tidak seperti versi terdahulu,kalo menurut saya sih di pake ngetik lama sih okeh,tapi untuk di pake ngegame,feel nya jadi kurang terasa. Untuk keyboard RGB,nggak ada yang berbeda dengan seri sebelumnya. Untuk touchpadnya nothing special,masih sama seperti seri terdahulu.

Setelah bahas workstation,sekarang kita bahas spesifikasi,untuk versi yang kita dapet yaitu seri yang paling murah,kita di tawarkan dengan prosesor Intel i7 quad core kabylake yang udah mainstream di pasar laptop gaming Indonesia,ada RAM 8GB DDR4 single channel,Nvidia GeForce GTX 1050 4gb GDDR5,dan hybrid HDD 1TB,hard disk yang di tawarkan pun berbeda dengan yang di tawarkan di laptop - laptop gaming lain,laptop ini mengunakan SSHD yang bakalan nge cache file system dan juga aplikasi - aplikasi yang sering kita gunakan,jadi seiring dengan punggunaan,startup aplikasi akan semakin cepet,termasuk juga saat boot up,kalo di bandingin dengan SSD,kecepatan boot up nya kurang lebih sama.

Dengan spesifikasi yang sudah di sebutkan tadi,bisa kita ekspetasikan performanya kurang lebih sama seperti temen-temenya yang mempunyai spek serupa,di GTA 5 setting Very high kita mendapat fps sekitar 48 fps,cukup memuaskan lah.

Untuk performa cooling,laptop ini sekarang mengunakan 2 buah blower fan yang serupa dengan ROG GL502 yang lebih baik dari system cooling ROG GL553 yang cuma punya single fan,untuk suhu saat full loadnya berkisar 80 - 85 derajat,masih tergolong aman lah. Di bagian workstation pun nggak berasa panas,normal - normal aja,hanya saja,pada lubang sirkulasi udara yang terletak di atas tengah keyboard,cenderung panas,sepertinya ini diakibatkan oleh sistem cooling laptop ini sendiri yang menurut saya berbeda,salah satu fan membuang udara penas lewat jalur atas dan belakang,sedangkan satu fan nya lagi membuang udara penas lewat bawah dan belakang. menurut saya sih sistem cooling seperti ini tidak terlalu memberikan efek yang segnifikan di temperatur suhu laptop,tapi hanya berkesan unik aja.

Untuk performa batrai pun sedikit di perbaiki dari versi terdahulu,pada seri GL553 terdahulu,batrainya hanya berkisar sekitar 55Wh sedangkan pada seri GL503V sekarang menjadi 65Wh,ketahannya pun cukup okeh,saat pengunaan ringan kuat sekitar 6 jam,cukup membantu handling dan portabilitas laptop ini,jadi selain bobot yang ringan dan dimensi yang lebih slim,di dukung juga dengan batrai yang cukup tahan lama.

Untuk performa speaker pun jauh lebih baik dibandingkan pada seri GL553 ataupun seri GL502,suara stereonya okeh,bassnya juga okeh,suaranya juga jernih,menurut saya speakernya sudah lebih dari ekspetasi saya,karena ekspetasi saya sebelumnya speakernya akan tetep sederhana seperti seri GL553,tapi ternyata di perbaiki juga oleh ASUS.

Untuk fitur yang di tawarin di laptop ini,pastinya terdapat ROG Gaming Center yang bisa kita akses lewat tombol macro yang udah di sediain,nah di dalemnya,saya terkejut sebenernya,dengan harga segini,ternyata sudah ada fitur overclock seperti pada seri G atau GX,meski memang yang di overclock disini cuman GPUnya doang,yahh karena Intel i7 7700HQ itu nggak bisa di overclock. Ohh iya FYI,ASUS udah sedikit meng overclock GPUnya saat out of the box,jadi performa GPUnya bukan performa default GTX1050,menurut saya sih keren banget,kayaknya baru laptop ini aja yang nawarin fitur overclock di kelasnya. Untuk fitur lainnya sih masih tetep ada,seperti Fan boost,Splendid,ROG Gaming First IV,dan Xplit Gamingcaster. Tapi ada fitur lain yang bikin saya sedikit terkejut lagi,yaitu adanya fitur Sonic Audio III dan Sonic Radar III,biasanya fitur ini itu ada di laptop high end nya si ROG. Dan juga ada satu lagi yaitu GPU Perf Limiter,sepertinya fitur ini berfungsi untuk melimit kinerja GPU yah,tapi kalo menurut saya pribadi fitur ini agak kurang berguna sih,banyak orang yang pingin dapetin performa setinggi - tingginya kan,jadi yahh ngapain di limit....??

Kesimpulannya menurut saya ini laptop bener - bener lebih sempurna di bandingkan seri terdahulu,dari komplain para user di seri terdahulu,sekarang bener - bener di perbaiki oleh ASUS di seri terbarunya ini,untuk harga yang di tawarkan mungkin banyak orang bilang agak kurang worth it,tapi kalo menurut saya selain dari spesifikasi,fitur dan segudang hal kecil lainnya kalo di jumlahkan maka harga yang di tawarkan laptop ini sangatlah worth it. Bagaimana...??apakah kalian berminat untuk membeli laptop ini...??

i7 7700HQ,8GB RAM,SSHD 1TB,GTX1050 : IDR : 15.799.000

Rabu, 28 Februari 2018

REVIEW LAPTOP "ASUS FX553VD" ROG VERSI MURAH


Kalo ROG menurut kalian terlalu mahal,nih ASUS bikin seri terjangkaunya,yaitu seri FX,dan seri FX yang akan kita bahas kali ini yaitu FX553VD.

Kita mulai dari dersain,untuk desain,berbone yang di pakai oleh FX553VD ini identik dengan berbone yang di pakai oleh si ROG GL553VD,hanya saja brending ROGnya tentu saja di hilangkan,brending tersebut di ganti oleh logo ASUS. Bagian LCD cover pun tidak memakai bahan almunium seperti di ROG GL553 series,bahan LCD covernya hanya sebatas terbuat dari plastik saja,yahh maklum sih,karena harus menyesuaikan agar ada di segmen yang bener. Tapi LCD covernya nggak terlalu polos kaya si ROG GL553 series,di FX553VD ini terdapat garis warna merah yang mempercantik bagian LCD cover.

Untuk jumlah I/O port tidak ada yang hilang di FX553VD ini,masih sama jumlahnya dengan I/O port pada ROG GL553 series,di sebelah kanan terdapat Kasington lock,Optical disk drive,dan satu buah port USB 2.0. Sedangkan di sebelah kiri terdapat Power port,LAN port,HDMI port,dua buah USB 3.0,satu buah port USB 3.1 type C,dan Audio combo jack 3.5mm. Overall yahh portnya standar lah untuk notebook gaming.

Kita sekarang bahas bagian Displaynya,untuk display yang di pakai ASUS FX553VD ini pun mendapat penyesuaian,layar yang di gunakan disini hanya mengunakan panel berjenis TN,tidak seperti ROG GL553 series yang mengunakan panel IPS,tapi untuk resolusi layar masih serupa dengan ROG GL553 series yaitu Full HD 1920x1080,meski beresolusi sama,tentu kualitas gambarnya berbeda dan juga view angle yang tidak seluas IPS,tapi disini ASUS menyematkan WVE ( wide view angle ) di layarnya,jadi layarnya masih memberikan gambar dengan fokus meskipun sudut pandang pengguna bergeser sekitar 80 derajat ke kiri atau ke kanan,tapi tidak seperti layar berjenis IPS,saat kita lihat dari posisi atas,maka gambar akan runyam.

Setelah bahas display,sekarang kita bahas bagian workstation,untuk bagian workstation pun,terasa mengunakan ROG GL553 series,bahan yang di gunakan masih mengunakan plastik,tapi di ROG GL553 series pun pakai plastik kok,hanya saja finishingnya berbeda,untuk ROG GL553 series difinishing brush,sedangkan FX553VD di finishing dof,yahh bekas sidik jari bakalan sedikit timbul di bahan ini. Untuk keyboard sama persis dengan keyboard yang di pakai oleh si ROG GL553 series,hanya saja toots tiap keyboard di beri warna merah,tidak seperti ROG GL553 series yang di beri warna putih bening,untuk backlit,saya kira bakalan absen di laptop ini,tapi ternyata nggak,backlit masih di hadirkan walaupun hanya single color warna merah,tapi okeh lah,untuk harganya. Untuk pengalaman ngetik,tidak ada yang beda dengan mengetik di laptop ROG GL553. Untuk bagian touchpad pun masih sama seperti ROG GL553 series,permukaannya halus,tombolnya empuk,dan sudah support multi gesture.

Sekarang kita bahas spesifikasi,untuk spesifikasi,laptop ini di bekali prosesor Intel Core i7 7700HQ,untuk GPUnya sendiri mengunakan Nvidia GeForce GTX 1050 tapi di FX553VD ini mendapat penyesuaian,kapasitas VRAM yang harus turun ke 2GB GDDR5,beda dengan ROG GL553VD yang mengunakan kapasitas VRAM sebesar 4GB GDDR5. untuk RAM,ASUS sudah menyediakan RAM sebesar 8GB satu keping DDR4 2400Mhz dan bisa di update lagi sampai 32GB. Untuk kapasitas storage,sudah tersedia HDD sebesar 1TB 7200RPM,apabila masih kurang,kalian bisa tambahkan SSD M.2 di slot yang tersedia hingga berkapasitas 512GB.

Untuk performanya sih yahh seperti temen-temennya yang punya speksifikasi sama,dan disini saya cuman test satu game aja yaitu GTA 5,di GTA 5 kita dapet sekitar 60 fps di setting high,yahh udah okeh lah untuk ha
rganya.

Untuk performa cooling,sepertinya setup cooling yang di pakai di laptop ini bukanlah yang terbaik,hanya membekal 1 fan dan 2 heatpipe,mungkin banyak yang mengangap sistem cooling laptop ini buruk,tapi nyatanya nggak,saat full load lebih dari 1 jam,suhu dari CPU dan GPU tidak menunjukan angka yang menurut saya tidak menghawatirkan,suhunya stabil di angka 75 derajat saat full load. Setelah di lihat,laptop ini memang cuman membekal 1 fan saja,tapi,ukuran lubang exhaust yang berada di sebelah kiri memiliki ukuran yang cukup besar,mungkin ini yang menyebabkan suhunya baik meski cuman membekal 1 fan saja.

Untuk performa batrai,sayangnya kita tidak bisa berharap banyak untuk performa batrainya,batrai berukuran 44Wh ini hanya sangup sekitar 4 jam dalam komputasi ringan,seperti mengetik,browsing,atau menonton film,dan untuk komputasi gaming,laptop ini hanya mampu bertahan sekitar 49 menit saja.

Untuk performa speakernya sih menurut saya sangat standar,suaranya cenderung ke treble,dan bassnya relatif lemah,tapi untuk jernih nggaknya,saya akui jernih suaranya,meski memang berasa kurang nendang gara - gara bass nya yang rendah tadi.

Kesimpulannya,menurut saya laptop ini cocok buat kalian apabila kalian memang membutuhkan laptop yang fokus ke performa doang,dan tidak perlu branding ROG,fitur yang ASUS berikan di laptop ini pun sama persis dengan fitur yang ASUS berikan di lini ROG GL553 mereka,jadi saat saya mencoba mengunakannya,saya merasa tidak ada bedanya saat mengunakan laptop ini dengan laptop ROG GL553.

Untuk harga,laptop ini menurut saya cukup terjangkau untuk speksifikasi yang di berikan
i7 7700HQ,GTX1050,8GB RAM,1TB HDD : IDR : 10.999.000
i7 7700HQ,GTX1050,8GB RAM, 128GB SSD,1TB HDD : IDR : 12.499.000

Sabtu, 24 Februari 2018

REVIEW LAPTOP GAMING "ASUS ROG STRIX GL553VE"


Sebuah notebook gaming dengan rinch harga sekitar 20 juta kebawah memang banyak yang mengincarnya,termasuk si laptop yang satu ini,tanpa berbasa basi lagi inilah Asus ROG GL553VE.

Pertama kita akan bahas bagian kulit luarnya. Pada bagian LCD cover menggunakan bahan almunium yang di finishin brush berwarna hitam dengan aksen 2 garis yang mengapit logo ROG,dan kali ini bukan berwarna merah seperti pada generasi GL sebelumnya,melainkan orange,dan nggak lupa juga,aksen garis dan logo ROG nya menyala dengan sangat terang di kondisi kelap.

Setelah tadi di bagian LCD cover,sekarang bagian ke area bottom cover,atau bagian bawah. Di bagian bawah yang terbuat dari plastik terdapat aksen garis abtrak yang terlihat seperti tato yah kalo menurut saya,dan ada logo ROG yang di grafir tentunya. Pada bagian rubber foot,diberi aksen berwarna orange,dan tidak lupa juga terdapat lubang sirkulasi udara masuk di bagian bawah.

Sekarang kita masuk ke bagian I/O port,pada bagian sebelah kanan terdapat Kasington lock,Optical Drive,dan 1 buah USB 2.0,dan pada bagian sebelah kiri terdapat Power port,LAN port,HDMI port,2 buah USB 3.0,1 buah USB 3.1 Type C,dan 1 buah Audio combo Jack 3.5. Menurut saya portnya sudah bisa di bilang lengkap,meski seharusnya sih ada mini display port yahh....cuman yahh okeh lah....

sekarang kita masuk ke bagian workstation,di bagian ini bodynya hanya terbuat dari plastik,tapi di finishing cukup baik oleh Asus,terasa solid dan kokoh. Untuk bagian keyboard menurut saya sih okeh,keyboard yang sudah di susun sedemikian rupa untuk keperluan gaming,seperti space bar yang di perbesar,isolasi tombol arrow ( tombol panah ) dan di pisahnya tombol F4 dan F5,susunan keyboardnya sama persis dengan susunan keyboard yang ada di GX700,untuk travel distancenya,laptop ini menawarkan sekitar 2,5mm,ketinggian sih menurut saya untuk ngetik,tapi untuk gaming,keyboard setinggi ini malah menawarkan fill yang lebih greget,tak lupa juga,pada bagian tombol WASD sudah di high light,dan tak lupa juga,sudah tersedia backlit RGB yang warnanya bisa kita atur lewat software. Untuk touchpad menurut saya sih biasa aja,nggak terasa ada perbedaan dengan laptop lain,yahh bisa di katakan standar lah...

Setelah di bagian workstation,sekarang kita bahas Displaynya,untuk display,laptop ini menawarkan resolusi 1920x1080 atau Full HD,disini pun saya lihat akurasi dan kontras warnanya cukup okeh,ditambah lagi panel yang di pakai disini adalah panel IPS dari LG philips,sudah pasti lah,wide view anglenya sangat luas,kita geser ke arah mana aja fokusnya masih okeh kok,cuman untuk black level menurut saya sih terlalu gelap,apa cuman perasaan saya doang yahh....??

Sekarang kita bahas performanya,laptop ini di bekalin Intel Core i7 7700HQ,RAM 16GB DDR4 2400Mhz single channel,Nvidia Geforce GTX 1050TI 4GB VRAM GDDR5,SSD M.2 SATA 256GB dan hard disk 1 TB dengan speed 7200RPM. sesuai dengan ekspetasi,laptop ini bisa menjalankan GTA 5 setting high lebih dari 60 fps,Mafia 2 setting mentok kanan dapet sekitar 80 fps lebih,Resident Evil 6 setting mentok kanan dapet sekitar 60fps lebih,dan Resident Evil 7 setting high dapet sekitar 50 - 60 fps. tapi yahh dengan GTX 1050 TI belum bisa semua game di setting mentok kanan,tetap ada yang menyesuaikan. Untuk performa speakernya,menurut saya basic banget,cenderung lebih ke trable dan bassnya nggak terasa. Untuk ketahanan batrai pun nggak ada yang berubah dari GL552 versi terdahulu,batrai berukuran 44Wh ini cuman sanggup bertahan sekitar 4 jam saat penggunaan ringan seperti browsing dan ngetik. Sedangkan untuk gaming,laptop ini cuman sanggup tahan sekitar 49 menit,yahh terasa standar banget untuk sebuah laptop gaming.

Overall kalo menurut saya sih nih laptop udah okeh sih dari segi build quality dan juga displaynya,ohh iya sedikit curhat aja,banyak orang yang cibir laptop ini itu overprice,tapi kalo menurut saya pribadi sih harga yang di tawarkan untuk laptop ini itu sudah pas,karena banyak orang yang mungkin mereka cuman lihat dari segi spesfikasinya doang,nggak liatin kelebihan - kelebihan lain yang di tawarin di laptop ini,seperti RAM 16 GB,SSD 256GB,layar IPS,build quality yang oke.

okeh segitu dulu untuk review laptop ASUS ROG GL553VE,buat yang ingin membelinya,sekarang ada varian SKU yang lebih murah.

GL553VE : i7 7700HQ,GTX1050TI,SSD 256GB,1TB HDD,16GB RAM : IDR : 20.299.000
GL553VE : i7 7700HQ,GTX1050TI,1TB HDD,8GB RAM : IDR : 16.800.000

Kamis, 19 Oktober 2017

REVIEW LAPTOP "COMPAQ PRESARIO V3000" PERKASA PADA JAMANNYA


Adakah dari kalian yang pernah atau bahkan masih pake laptop ini??laptop yang bisa di bilang perkasa pada jamannya,okeh inilah HP Compaq Presario V3000.

1. DESAIN

Untuk segi desain,laptop ini menurut saya keren dan elegant pada masanya,dimana bahan plastiknya di hias pake garis - garis abstrak di LCD cover sampe ke bagian workstation.

Khas dari produk jaman dulu adalah kuat - kuat,sama seperti laptop ini,dimana LCD covernya ini bener - bener kokoh dan solid,meski memang belum bisa di buka pake satu tangan,bezel LCD covernya menurut saya cukup tipis di bagian bawah LCD,tapi bezelnya agak tebel di bagian atas LCD,di LCD covernya tertulis "widescreen" sepertinya laptop ini hadir saat widescreen baru keluar dah.

2. PORT KONEKTIVITAS

Untuk kelengkapan port sebelah kanan :
- Kasington lock
- Charger port
- 2 USB 2.0
- Optical disk drive

Untuk kelengkapan port sebelah kiri disini saya jujur banyak port yang saya nggak tau nama portnya apa,yang jelas ada port :
-VGA port
- Explansion port
- 1 USB 2.0
- LAN port
Sisanya ada 3 port lagi yang nggak tau nama portnya apa.

Untuk kelengkapan port di depan :
- 2 audio jack

3. WORKSTATION

Untuk workstation menurut saya cukup keren,dan ada yang unik dimana di laptop ini untuk mematikan speaker,touch pad,dll tidak pake kombinasi tombol FN,tapi sudah ada tombolnya dan tombolnya bisa dibilang touchscreen,cukup keren pada masanya bahkan di laptop sekarang pun jarang yang nawarin fitur kayak gini.

Untuk experience saat mengetik dan pake touchpad di laptop ini menurut saya enak - enak aja,cuman kalo udah biasa pake laptop jaman sekarang,pasti fillnya bakalan nggak enak banget,tapi disini saya nggak test gaming yahh karena....( you know lah 😂😂 )

Untuk layar laptop ini cuman ber resolusi 1280 x 800 yang resolusinya buat jaman sekarang,rendah banget,tapi jaman dulu pasti resolusi segini udah cakep banget,ditambah kontrasnya yang lumayan baik.

4. PERFORMA

Untuk performa laptop ini di bekalin Intel Core 2 Duo T5250 1,5Ghz,buat jaman dulu performa segini pasti kenceng.

Untuk storage,laptop ini cuman di bekalin Harddsik 160 GB aja,storage segede gini buat jaman sekarang bisa muat apa??tapi mungkin di jamannya storage yang cuman segini udah di bilang cukul luas.

Untuk Memory RAM,laptop ini cuman di bekalin RAM sebesar 512MB DDR2 doang loh,buat sekarang 4GB aja udah kurang banget,apalagi 512MB,tapi kembali lagi ke jamannya,mungkin di jamannya RAM segede ini udah berasa pake RAM 2GB di jaman sekarang.

Untuk performa speaker yahh suaranya lumayan,tapi agak pecah kalo volumenya di besarin,tapi yahh buat di jamannya,segini udah oke kok.

5. KESIMPULAN

Menurut saya laptop ini sangat baik pada jamannya,untuk performa yang di tawarin,enak lah untuk di pake kerja,mungkin sekarang pun masih enak - enak aja kalo di pake kerja ngetik - ngetik ringan seperti ngetik di office word,presentasi pake power point,atau buat daftar kasbon di exel :v 

Untuk menanajemen panas,menurut saya sih agak panas yahh,padahal cuman di pake ngetik - ngetik doang,yahh mungkin karena laptop yang saya coba umurnya udah tua banget dan belum pernah ganti thermal paste,mungkin kalo di ganti kayaknya lebih adem lagi.

Untuk masalah ketahanan  batrai disini saya nggak tau pasti tahan berapa jam karena laptop yang saya pegang batrainya sudah tidak kuat,bahkan baru boot up aja udah mati,mungkin perkiraan kalo waktu masih baru,batrainya tahan sekitar 1 jam lah.

Okeh segitu dulu komentar saya tentang laptop lagend,perkasa pada jamannya yaitu HP Compaq Presario V3000,see you di artikel selanjutnya.

Selasa, 17 Oktober 2017

REVIEW LAPTOP "LENOVO IDEAPAD 310 15ABR" ULTRABOOK ATAU NOTEBOOK SIH...??


Ultrabook itu biasanya menawarkan harga yang cukup mengocek kantong,tapi tidak dengan laptop ini,inilah LENOVO IDEAPAD 310 15ABR.

1. DESAIN

Dilihat dari desain,laptop ini kalo dari segi ukuran berbone sudah masuk kelas ultrabook menurut saya,desain tipis dan portable membuat laptop ini seperti ultrabook versi terjangkau.

Untuk desain bagian LCD cover disini bener - bener polos hanya ada logo Lenovo yang di letakan di pojok kiri atas khas Lenovo,material plastik polos kayaknya membuat LCD covernya jadi gampang terbaret,untuk desain inchnya pun udah seperti Ultrabook,display panel bisa di tidurkan sampai 180 derajat.

2. PORT KONEKTIVITAS

Untuk kelengkapan port sebelah kanan :
- Kasington lock
- Optical Disk Drive
- 2 USB 2.0

Untuk kelengkapan port sebelah kiri :
- Charger port
- VGA port
- LAN port
- HDMI port
- 1 USB 3.0
- SD Card reader
- Audio combo jack

3. WORKSTATION

Untuk workstation menurut saya laptop ini keliatan simpel banget,bahan plastik polos masih mendominasi bagian workstation,sesuai dengan target pasarnya kalo laptop ini lebih menargetkan pasarnya ke pasar multimedia.

Untuk keyboard,menurut saya enak - enak aja untuk di pake ngetik tapi kalo di pake maen game rasanya kayak kurang enak,tapi entah kenapa menurut saya toots tiap keyboard terasa kebesaran,mungkin perlu penyesuaian kali yah,karena kalo dilihat toots keyboardnya keliatan besar - besar,beda dengan vendor - vendor lain.

Untuk layar menurut saya cukup bagus,dengan resolusi Full HD di harga 7 juta,mungkin ini kelebihan dari laptop ini,tapi sayangnya layar yang digunakan di laptop ini jenisnya TN,jadi view anglenya sempit,padahal layarnya udah bisa tiduran sampe 180 derajat,layarnya pun relatif lembek dan agak fleksi,tapi masih wajar di harga segini memang rata - rata masih begitu.

4. PERFORMA

Untuk performa,laptop ini di bekalin CPU AMD APU A12 9700P 2.5Ghz turbo boost sampe 3.4Ghz yang di pasangin ama kartu grafis AMD Radeon R7 + AMD Radeon R8.

Untuk storage,laptop ini cuman di bekalin harddisk 1TB 5400RPM tampa ada slot SSD,untuk memory RAM,laptop ini di bekalin RAM sebesar 8 GB DDR4 yang bisa di upgrade lagi sampe 16 GB di slot satunya.

Untuk kualitas speaker yang bersertifikasi Dolby audio ini menurut saya suaranya kenceng meski lokasi speakernya ada di bawah,tapi sayangnya menurut saya suara yang di hasilin agak kurang halus.

5. KESIMPULAN

Menurut saya laptop ini cocok buat kalian yang tipe orangnya mobile,harus bawa laptop sana - sini,karena laptop ini tipis dan enteng buat di bawa kemana - mana,beratnya aja cuman 1.9 kg,berbonenya udah menyerupai ultrabook,untuk masalah portabilitas dan harga,laptop ini udah rekomended buat kalian yang nyari Ultrabook versi kere hore,tapi seperti sasaran pasarnya,laptop ini agak kurang worth it kalo di bawa gaming,apalagi di resolusi full HD,untuk maen game triple A seperti GTA 5,kalian harus setting mentok kiri dan resolusi HD,minimal kalian mendapatkan sekitar 25 - 35 fps.

Untuk manajemen panas menurut saya laptop ini lumayan,pas full load panasnya nyebar sampe ke tempat dimana kita nyimpen tangan kiri kita,suhunya berada di sekitar 75 derajat,mungkin efek dari lokasi exhaust yang nembak ke depan layar.

Untuk ketahanan batrai menurut saya daya tahannya cukup singkat,saat pemakaian ringan,laptop ini tahan sekitar 3 jam dan saat full load,laptop ini tahan sekitar 45 menit,untung chargernya nggak berat di bawa kemana - mana.

Untuk harga,laptop ini di bandrol dengan harga 7 juta rupiah saja.

Okehh sekian dulu review dari laptop Lenovo Ideapad 310 15ABR,see you di artikel berikutnya.

Senin, 16 Oktober 2017

REVIEW LAPTOP "ASUS A555L" MULTIMEDIA OKE,GAMING OKE


Buat kalian yang cari laptop pas untuk kebutuhan multimedia dan gaming kelas menengah,ASUS A555L ini mungkin cocok buat kamu.

1. DESAIN

Ditinjau dari segi desain,ASUS A555L ini keliatan cukup elegant,meski bodynya full plastik,tapi ASUS berhasil membuat bahan plastik tersebut terlihat elegant.

buat kalian yang suka warna merah,kuning,hitam,biru,ada kok pilihan warna LCD covernya,untuk sisi ketahanan LCD covernya menurut saya cukup solid meski sayangnya layarnya agak fleksi.

2. PORT KONEKTIVITAS

Untuk kelengkapan port sebelah kanan :
- Optical disk drive
- 1 USB 2.0
- 1 SD card reader
- 1 audio combo jack

Untuk kelengkapan port sebelah kiri :
- Charger port
- LAN port
- VGA port
- HDMI port
- 2 USB 3.0
- Kasington lock

3. WORKSTATION

Untuk bagian workstation disini menurut saya cukup memancarkan aura elegant,untuk experience saat mengetik di laptop ini menurut saya enak - enak aja di pake ngetik lama,tapi kalo di pake buat gaming,fill nya agak kurang dapet,yahh maklum sih namanya juga laptop yang di rokumendasikan buat multimedia bukan buat gaming.

Untuk display panel,ASUS A555L ini masih ber resolusi HD dan juga pake layar jenis TN tampa lapisan matte sama sekali,yahh untuk layar bener - bener standar banget.

4. PERFORMA

Untuk performa laptop ini di otakin sama Intel i5 5200U 2.2Ghz up to 2.7Ghz yang di jodohin ama kartu grafis Nvidia Geforce GT930M 2GB DDR3,okeh lah performanya untuk multimedia dan untuk game kelas menengah.

Untuk storage laptop ini cuman di bekalin harddisk 500GB 5400RPM yang kayaknya untuk sekarang udah bukan standar harddisk laptop - laptop ukuran segede ini,untuk memory RAM,dia cuman di bekalin RAM 4GB DDR3L yang pastinya low banget rasanya di berbone segede ini masih segitu RAM nya.

Untuk performa speaker menurut saya sih lumayan,suaranya cukup detail tapi suaranya nggak terlalu kenceng dan bassnya relatif lemah.

5. KESIMPULAN

Untuk kesimpulannya menurut saya laptop ini cocok buat kalian yang masih sekolah atau mahasiswa,dengan berat yang enteng,cuman 2,1 kg aja,dan juga berbonenya yang cukup tipis membuat laptop ini bisa masuk di tas biasa.

Untuk masalah manajemen panas menurut saya sih suhunya aman - aman aja,suhunya nggak nyampe 72 derajat saat full load,tapi kalo main game lebih dari 1 jam,mungkin bakalan kerasa agak anget di bagian kiri keyboard sama di bagian atas keyboard,yahh mungkin efek dari posisi lubang exhaust yang berada di belakang dan buang udara panas ke depan layar.

Untuk ketahanan batrai,laptop ini tahan sekitar 5 jam saat pemakaian ringan dan kurang lebih 40 menit saat pemakaian full load.

Untuk harga laptop ini di bandrol dengan harga sekitar 7.3 juta untuk semua varian warna.

  1. Okeh sekian dulu review dari laptop ASUS A555L,see you di artikel berikutnya.